| |
Ibnu Qayyim berkata,”Orang yang mengikuti hawa nafsu adalah orang yang berpaling dari penerapan hukum Al-Qur'an dan Sunnah. Dia menganggap tidak cukup berpijak kepada keduanya, sehingga ia merasa perlu berpijak kepada yang lain, entah berupa lintasan khayalan, pikiran, maupun perkataan manusia. Dengan begitu tampaklah kerusakan di dalam fitrahnya, kegelapan di dalam hatinya, kekeruhan di dalam pemahamannya, dan keburaman di dalam akalnya. Sehingga bid'ah mengambil alih kedudukan sunnah di matanya. Hawa nafsu mengambil kedudukan akal. Kesesatan mengambil kedudukan petunjuk, kemungkaran mengambil alih kedudukan kebajikan. Kebodohan mengambil alih kedudukan ilmu, dan kebatilan mengambil alih kedudukan kebenaran
|
|
| |
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari benda-benda yang ditaubat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya |
|